Monday, November 16, 2015

Sebuah Penghianatan

Bukan sebuah puisi, melainkan curahan yang mewakili sedikit perasaan yang tak bisa ku ungkapkan kepadamu.
Rasakan, dan dengarlah..

Kecewa, mewakili perasaanku saat ini.
Bukan dihianati seorang teman.
Bukan dihianati seorang sahabat.
Penghianatan itu muncul ketika aku bukan siapa-siapamu.
Ketika aku mencintaimu..
Ketika aku sangat menyayangimu..

Sedikit bercerita tentang awal sebuah perasaan yang perlahan-lahan merasuki jiwa.
"Kemarin, langit berwarna kelabu,
Pucat dan suram.
Sebelum kamu datang, langitku menggelap dan kelam.
Lalu, kamu datang.
Langit tak lagi kelabu dan perih.
Pelangi muncul di ujung cakrawala dan senja yang memerah."

Itu perasaanku, saat kamu datang, membawa sebuah cinta.
Tetapi, sejak aku mengetahui adanya sebuah penghianatan dan sebuah kepalsuan..
Langit itu kembali berubah menghitam dan bergemuruh, gelap dan mencekam. Langit itu tak lagi indah.
Hal paling terbodoh, ketika aku mencintaimu..
Cinta...
Seperti akan jatuh ke jurang
Terkadang bisa jatuh dengan mulus
Tetapi terkadang juga bisa terhempas hancur..
Mungkin saat ini aku sedang terhempas hancur!

Kesedihan dan penyesalan itu muncul..
Aku ingin marah!
Tapi siapa aku? Apalah aku?
Ya, bukan siapa-siapamu
Bukan seorang yang penting dalam hidupmu..
Yang tidak sepantasnya kamu perjuangkan.

Kini aku sedang mulai belajar,
Belajar melupakan sebuah perasaan yang tak penting bagimu itu.
Perasaan yang seharusnya tak datang..
Perasaan yang hanyalah sebuah gelembung,
Ditiup, terbang, pecah dan hilang..
Tak semudah itu ... aku bahkan hampir tak sanggup..

Semalam, hujan membasahi jendela
Aku menuliskan namamu disana
Jika aku harus amnesia
Jika aku harus lupa semuanya
Biarlah...

Semalam, aku menangis pilu
Semalam, aku terkenang senyum palsumu.
Luka hati yang membuatku terus membencimu..
Penghianatan itu!
Kamu bahkan mengetahui perasaanku!
Begitu dalam.. begitu kuat..
Aku marah.. aku kecewa..
Cinta yang aku genggam kini telah ku lepaskan, perlahan...
Kini tinggal aku, kamu, dan bukan lagi kita..
Ku harap aku, kamu, tidak lagi saling mengenal.
Aku membencimu dan kecewa pada sikapmu yang seakan benar.
Darimu hanyalah sebuah kata maaf yang bagiku tiada arti dibandingkan luka hati ini..
kata maaf yang penuh sejuta kepalsuan, tak ada artinya..

"Sekeras batupun, jika terkikis akan habis juga"
Sekeras cintaku padamu, lambat laun akan habis tak tersisa.

Kamu tahu seperti apa aku,
Kamu paham aku, seperti aku memahami dirimu,
Kita berdua adalah manusia
Yang gampang jatuh cinta dan gampang pula lupa. Itu kita.
Dan akhirnya aku menyesal pernah menaruh hati padamu. -cdn-

KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

PEMBAHASAN A. Pengertian Komponen Kurikulum Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 585) komponen adalah unsur atau bagian dari kese...