Kisah
kita telah berakhir 6 tahun yang lalu. Tanpa sebuah kepastian. Sejak saat itu
kau diam, seakan tak ingin berucap lagi. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya
terjadi saat itu.
Aku
sudah tak lagi mengingat peristiwa memilukan itu. Tetapi hari ini, memori
otakku mendorongku ke masa itu. Tentangmu.
Pertemuan
pertama selalu menyisakan banyak kesan dan ribuan cerita. Kisah ini dimulai
sejak kita mulai menginjak masa remaja, putih biru...
"Bohong!
kalau kau menjawab TIDAK!"
perasaanmu
berkata lain,
lalu
untuk apa perjuanganmu, yang pernah kau lakukan untukku. Saat aku mulai
mewarnai hatiku dengan namamu. Saat itu juga yang menghancurkannya, tanpa
sebuah alasan. Mungkin kau malu mengakui, tetapi kau bilang "TIDAK"
saat itu.
malam
itu.....
Dan
itu, pertama kalinya, aku membencimu karena kau Bohongi hatimu, aku tahu akan
hal itu. Aku jujur atas hati ini pada sosokmu. Tetapi apa? kau malu? kamu
seorang pangeran, sedangkan aku? hanya putri yang buruk rupa. Harusnya dari
dulu aku berhenti memaksa sebuah hati, dan seharusnya aku berhenti mengejar
mimpi karena pada akhirnya aku lelah mencoba dan tidak pernah sempurna.. di
matamu aku hanya menjadi......Entahlah?!
Lembaran
baruku mulai ku jalin.. Tak sengaja, dihari ulang tahunku kita dipertemukan
oleh takdir. Kita duduk berdampingan, tetapi aku dan kamu seakan bisu, hanya
suasana hening menyapa antara aku dan kamu.
Dan
kali ini kita benar-benar dipertemukan kepada sebuah pilihan. Di keramaian inilah,
kita seakan tidak saling mengenal. Tegur sapa? hal yang sangat mustahil. Sampai
akhirnya kau dipertemukan dengan pilihan hatimu dan aku dengan pilihan hatiku.
Sudah
lama kisah ini berlalu, Kisah cinta pertama yang semu. Secarik kertas lusuh
yang tak lagi mulus dan rata, namun masih terbaca goresan pena disana. Walau
semua ini terasa perih.
Rasa yang tak pernah
kau mengerti. Tentang Kamu.Mengapa kau layaknya keajaiban?
Seperti harapan yang tertinggal
Bagai menunggu sebuah bintang jatuh. -CDN-