Wednesday, December 16, 2015

"Yang Telah Merelakan"

Yang Telah Merelakan

Tinta suci di pena ini mulai menumpahkan segala rasa di dalam relung jiwa..
Jiwanya yang rapuh..
Ketika tergores kertas.
Saat jemari lembut menyentuh dasar jiwa
Meratap diantara rintihan hujan

Engkau tetaplah mimpiku
Yang tiada pernah menyertai perjalananku

Masih menunggu, tetap menunggu
Masih rindu, tetap rindu

Aku tidak bicara padamu dengan aksara dan sebuah kata-kata
Walau terkadang airmata bercerita
Tentang duka penyesalan

Melepaskan bukanlah
Berakhirnya..
Melainkan awal dari suatu
Kehidupan baru..

Cinta memang seharusnya melepaskan,
Merelakan..
Karena tak selamanya memiliki
Jika hati ini dan hatimu tak bersatu
Meski hari ini masih tetap tertulis namamu dalam kalbu
Namun, di hatimu tak ada namaku
Biarlah cinta ini perlahan pergi
Biarlah rasa ini mati..

Pergilah kau untuk kebahagiaanmu
Jangan pernah menoleh lagi padaku
Jangan lagi kau mencoba untuk datang kembali
Karena hati ini tlah lelah,
Hati ini yang telah merelakan..
Karena hati ini sakit meski ada cinta
Biarlah cerita ini, mengikuti alur yang baru..
Biarlah kenangan itu.. hanya kenangan di sini
Kenangan indah yang ku simpan.. -cdn-

Tuesday, December 8, 2015

My Prince Charming

Sebuah cerita khayalan dalam imajinasiku, mungkin bisa disebut "impian fiktif" yang menghiasi dan mewarnai hari-hariku yang sunyi. cukup menghibur walau sedikit gak jelas :). Aku harap kalian suka dan juga terhibur dengan cerita singkat ini, BACA YA!!!!!!!



My Prince Charming

            Dear diary...
            Hari ini, hari yang paling melelahkan..
            Sahabatku Danisa mengajakku antri berjam-jam buat dapetin tiket konser idolanya itu,
            Awalnya aku nggak mau, tapi Danisa terus memaksaku.
            Alhasil aku harus menguras tabunganku untuk membeli tiket konser idolanya si Danisa
            Aku bahkan belum pernah melihat artis yang bernama Arnellandra Gaffa itu.. hahaha
            Aku mendapat pelajaran untuk hari ini “kita, manusia, sedang berpetualang mencari jati
            diri. Mencari jalan untuk menembus waktu dan menyatukan keping-keping masa lalu”
Love,
Princess
Ku akhiri coretanku tanpa membacanya lagi. Dan bug! Segera ku tutup dan seperti biasa, aku langsung memasukkan diaryku ke dalam kotak kecil berwarna pink berhiaskan sebentuk hati, tampak cantik dan begitu manis.
Perlahan aku menuju ranjang, untuk melepas penat seharian tadi. Kemudian terdengar suara ringtone dari handphoneku. Ringtone lagu “andaikan” dari girlband BLINK. Ringtone ini sengaja aku setting karena aku sangat menyukai lagu ini. Tanpa berlama-lama ku angkat telpon itu.
“ hay Pris” sapa Danisa
“hay!” jawabku jutek
“masih ngambek say?” Danisa cengengesan
“udah deh, ngantuk gue.. bye!”
“eh Pris tunggu!”
Telpon dari Danisa langsung aku matikan. Mataku terasa sudah berat. O iya sampai lupa, seperti biasa Danisa selalu memanggilku dengan sebutan Prissy, aneh memang, tetapi Danisa selalu bilang nama Princess sulit diucapkan (maklum bahasa inggris, Danisa di sekolah tidak menyukai pelajaran itu, eh.. tapi apa hubungannya coba?).
Tak terasa sang surya telah menampakkan cahayanya, dengan mata yang masih setengah terbuka, aku segera menuju kamar mandi. Setelah sampai di sekolah aku bertemu sahabatku, Danisa.
“pagi, Prissy’ sapanya ramah
“pagi Dan” dengan nada tak semangat
“masih ngambek?”
“enggak, gue udah maafin lu!”
“yeee.... tapi kok masih jutek gitu?”
Aku tak menjawab pertanyaan dari Danisa karena bell sudah berbunyi dan guru sudah ada di kelas. Di sekolah aku terkenal dengan kejutekkanku, kata temen-temen sih aku itu sebagai cewek paling ideal. Gimana nggak ideal, aku mempunyai badan yang ramping, tinggi, kulit putih, rambut panjang, wajah sih aku blasteran Cina, Jawa, dan Belanda bisa ngebayanginkan? Mataku sedikit sipit, pipi chubby, dan masih banyak lagi. Enggak heran hampir semua cowok hitz di sekolah banyak yang naksir *hahahaa pede. Tetapi mereka langsung kabur begitu tau aku jutek, galak, dan cuek minta ampunn.
Bell istirahatpun berbunyi “kriinnggg” murid-murid segera berhamburan menuju kantin, termasuk aku dan Danisa. Sambil memakan siomay dan satu gelas jus mangga, kami bercanda ria.
“eh, Pris, malem minggu nanti aku pake baju apa ya? Buat nonton konsernya Arnel? Akukan harus kelihatan cantik” Danisa ngomong panjang lebar
“pake aja seadanya.. haha” jawabku singkat
“gue pinjem gaun lo ya, Priss?” Danisa memohon
“elo mau nonton konser apa mau kondangan? Pake gaun segala?”
“apa Priss? Apa elo nggak inget kita kan beli tiket VIP kitakan diberi kesempatan foto bareng Arnell!!”
“gue sih cuek, sebenernya gue juga enggak mau nonton konser”
“please ya Prissy cantikk” Danisa merengek
“iya.. iya, terserah elo”
“nanti gue ke rumah lo ya Priss! Buat milih gaun hehee”
“iya” jawabku terpaksa
Sore harinya Danisa benar-benar datang ke rumahku. Ia langsung menuju kamarku dan mengacak-acak isi lemariku.
“gua mau yang ini” Danisa ceria
“boleh” jawabku singkat
“elu mau pake yang mana P-r-i-n-cess?” sambil mengeja namaku
“kaos putih sama celana jeans” jawabku cuek
“what?? Helloo!!! Lo pikir konsernya di pasar apa?” Danisa sinis
“terus?” jawabku mengejek
“elo pake ini”
Danisa menunjukkan shortdress berwarna pink.
“elo bakalan kelihatan manis banget, tuan putri” ejek Danisa
“kenapa gue harus pake ini?” bingung
“elo harus temenin gua foto sama Arnell sambil ngobrol”
“ apah??? What??? Oh no baby...!!!” jawabku kaget
“aku mau ngejodohin kamu sama Arnell” jawab Danisa pendek
“artis mana mau sama gue?”
“nggak apa-apa siapa tau dia kepincut lihat elu?”
“enggak mau gue!”
“tapi Prissy sayang, honey! Elu harus moveon dari Boy!”
“gue udah moveon banget! Elu aja yang pacaran sama Arnell itu!”
“he to the llo! Princess elu lupa kalau sahabat lo Danisa ini uadah punya pacar yang namanya Radif?” dengan nada meninggi
Aku hanya cengengesan melihat tingkah Danisa yang super lebay badai itu.
Malam tiba...

Dear diary...
Entah mengapa aku teringat dengan Boy! Dan entah mengapa dia sulit untukku lupakan!!!
Dia adalah ketua tim basket di sekolah, dia sangat perhatian dan sayang banget sama aku
Begitu juga aku sangat menyayanginya.
Cinta memang seperti akan jatuh ke jurang! Terkadang bisa jatuh dengan mulus tanpa
pengaman apapun, tetapi terkadang juga bisa terhempas hancur!
Kita (aku dan Boy) putus gara-gara Jessica cewek paling genit di sekolah!
Ah sudahlah lupakan saja! L
“sekeras batu apapun, jika terkikis akan habis juga”
Love,
Princess
Akhirnya malam yang dinantikan Danisa tiba.. yaps! Malam minggu. Selama satu hari penuh Danisa di salon langganannya dan seperti biasa juga dia memaksaku untuk ikut! Huh. Danisa memakai gaun berwarna ungu yang berkilau (longdress itu punyaku) ia tampak cantik, sampai-sampai Radif pacarnya pangling. Kalau aku memakai shortdress berwarna pink dan kata Radif aku terlihat lebih manis.
Radif mengantar kami berdua. Setelah sampai Radif langsung tancap gas mobilnya lalu pergi. Tidak terasa (maklum selama konser berlangsung aku tidur. Hehee) Arnell yang telah menyanyikan 10 lagu ternge-hitznya. Dan ini saat yang paling aku benci!! Saatnya sesi foto bersama bagi pemegang tiket VIP. Setelah lama mengantri, akhirnya giliran aku dan Danisa. Danisa tampak antusias.
“hey, Arnell” sapa Danisa sok akrab
“hey” jawab artis itu singkat
“Aku Danisa dan ini sahabatku Prissy, eh maksud gue Princess” Aku hanya bengong melihat tingkah Danisa yang super ganjen.
“hey, aku Arnell” sambil berjabat tangan, aku hanya tersenyum tipis
“kita foto bertiga ya!” Danisa sepontan
Aku ngedumel nggak karuhan dan segera turun, sedangkan Danisa masih asik ngobrol dengan Arnel. Emang aku akui Arnellandra emang keren malah lebih segala-galanya dari Boy.
“Kalau begini caranya mendingan tadi bawa mobil sendiri.” Aku kesal karena Danisa masih ada di dalam dan aku menunggunya di parkiran. Setelah 10 menit menunggu, Danisa akhirnya datang juga.
“besok pagi aku mau kasih kejutan buat kamu, sahabatku” kata Danisa penuh misteri
“kenapa mesti besok?”
“terserah gue dong!” sambil menjulurkan lidahnya
Setelah sampai rumah aku menuju kamar dan langsung mandi ‘malam’. Setelah keluar dari kamar mandi aku mendapati handphoneku bergetar tanda sms masuk.
“ ah dari nomer nggak dikenal!!” aku menghela nafas dan langsung kaget membaca isi sms itu yang berbunyi
“Good night, Have nice a dream, my Princess”
Mulutku ternganga dibuatnya.
“dasar kerjaan orang iseng!” dumelku
Aku sengaja tak membalasnya. Aku segera merebahkan tubuhku di ranjang dan akhirnya terlelap.
Pagi itu..
Danisa sudah tepat dihadapanku setelah aku keluar dari mobil.
“mana kejutannya?” sambil memandang kiri kanan
“hee.. sabar Princessku, sayang” jawabnya makin misterius
“entar siang, pulang sekolah ada yang ngajak makan siang” katanya
“Radif?” jawabku enteng
“bukan, bukan dia” Danisa geleng-geleng
“terus siapa?”
“your Prince!” Aku langsung kaget dan mulutku ternganga
“gue nggak ngerti deh Dan”
“sebenarnya waktu elu nungguin gue abis konser itu gue ngobrol banyak sama Arnel....”
Malam itu...
“ tunggu Dan!” kata Arnell pelan
“ iya Ar-nell?” Danisa gugup
“sahabat kamu itu, cantik” jawab Arnell salting
“sebenernya, Princess itu bukan fans kamu, aku yang ajak dia kesini.. hehee.. bahkan dia nggak tau apa-apa tentang kamu”
Arnell sangat kaget!
“ A-pa A-ku boleh minta nomor handphonenya?” tanya Arnell gugup
Danisa kaget mendengar apa yang diucapkan Arnell barusan
“buat apa?” tanya Danisa
“ aku ingin mengajak kalian makan siang besok senin pulang sekolah”
Danisa tidak biasa berkata-kata. Dia dan Princess (aku) diajak makan siang oleh superstar idola Danisa dari dulu.
“oke deh, nanti aku sampaiin ke Princess!” kata Danisa kegirangan
“ terus aku boleh minta nomor handphonenya?”
“ boleh, banget!” jawab Danisa antusias
“ oke, bye! See you tomorrow!” jawab Arnell ramah sambil melambaikan tangan dan melanjutkan foto sesinya.
“what? Danisa kurang ajar!!!” omelku
“hee.. udah gue duga dia itu kepincut sama lo!” jawabnya santai
“jadi semalem yang sms gua itu dia?” kataku heran sambil meraba-raba
“jadi, Arnell udah nyolong start dong!” Danisa kegirangan

Di Kelas..
Aku masih merasa bingung, nggak nyangka dan marah! Kenapa Danisa mengiyakannya begitu saja tanpa persetujuanku!.
“ Princess! Jangan melamun!” kata seorang guru yang super galak
Aku baru sadar kalau dari tadi aku melamun gara-gara cerita Danisa tadi pagi itu.
“iya Bu, maaf” jawabku dengan kepala menunduk
Danisa yang duduk di sampingku cuma cengar cengir tanda mengejek. Tak terasa bell pulang sekolah berbunyi.
“ ayo cepetan, gua nggak sabar” kata Danisa
“iya” jawabku tak bersemangat

Di cafe..
“ kita duduk di sini, nomor 3 sesuai yang Arnell bilang” kata Danisa
“ terserah elo” sinis
“itu dia Arnellnya, hey Arnell” Danisa melambaikan tangannya
Arnell langsung menghampiri aku dan Danisa dengan pakaian yang sangat aneh, yaps tentu saja dengan pakaian penyamaran agar tidak dikenali.
“hallo Danisa, Hallo Princess” Arnell dengan senyum lebar
“hallo Arnell” Danisa dengan suara nyaringnya
“hallo juga” aku menjawabnya dengan jutek
“sorry ya nell, sahabatku ini emang jutek banget! Tapi sebenernya dia baik dan asik orangnya” kata Danisa sambil cengengesan
“enggak apa-apa, it’s oke!” jawab Arnell dengan santai
“Cuma makhluk spesial, yang bisa naklukin hatinya Prissy ini!” kata Danisa sok tau
“ kata siapa?” jawabku sambil melotot
“lah itu si Boy, mantan lo yang sampai sekarang lo enggak bisa-bisa moveon. Hee...”
“apaan sih lo!” kataku jengkel
“oh iya, ngapain sih elu ngajakin gue sama Danisa makan siang segala?” tanyaku pada Arnell to the point
“sebenernya, sejak elo ngantri buat foto sama gue, gue udah merhatiin elo, gue suka sama elu sejak lihat elo pertama kali” jawab Arnell pede yang saking to the pointnya.
“oh.. iya, kenapa semalem enggak bales smsku my Princess?” kata Arnell nggak nyambung
“males, ngantuk, capek!!” jawabku agak sinis

Tak terasa malam telah tiba...
Aku merasa lelah. Setelah sampai rumah dan mandi, aku rutin menulis semua kejadian hari ini.

Dear diary...
Siapa yang pernah menduga kita akan sedekat ini?
Pertemuan pertama, selalu menyisakan banyak kesan dan ribuan cerita..
Ketika tatapan kita pertama bertemu, yang aku rasakan, bukan cinta..
Sama sekali bukan..
Love,
Princess
Mataku sudah sangat terasa berat. Aku membaringkan tubuhku di ranjang dan langsung masuk ke dalam alam mimpi.
Pagi harinya, aku berjalan tanpa semangat melewati koridor sekolah. Danisa menyapaku seperti biasanya.
“pagi, Prissy...”
“pagi, Danisa..” jawabku tanpa semangat
“eh, Pris tadi aku ketemu si Boy, terus aku disuruh bilang kekamu. Kamu disuruh dateng di taman sekolah waktu istirahat nanti. Nanti aku temenin deh!” katanya panjang lebar.
“ ngapain lagi dia? Males ah nanti malah dilabrak sama si Jessica yang semakin ngelunjak gara-gara pacaran sama cowok paling hitz di sekolah” jawabku ketus.
“elo cemburu Pris?” kata Danisa enteng
“ya enggak lah!” jawabkau kesal
“kalau gitu kamu temui si Boy siapa tau dia mau minta maaf atau nyesel menghianati cewewk paling cantik dan paling judes di sekolah” Danisa nyengir.
“oke. Kamu yang harus bertanggungjawab.” Jawabku
“siap bos!” Danisa memberi hormat padaku
Waktu istirahat tiba, Danisa segara menyeretku ke taman sekolah. Di sana sudah ada Boy dengan membawa bunga mawar pink, jelas itu warna kesukaanku.
“akhirnya kamu datang juga” sapanya padaku
“ ada apa sih?” aku langsung to the point
“aku baru sadar Princess, kamu memang yang paling terbaik. Sebenarnya aku bukan bermaksud menghianatimu, waktu aku pacaran sama Jessica aku dipaksa oleh kedua orang tuaku. Karena ayah Jessica itu investor terbesar di Perusahaan Papaku.” Tak kalah to the point
“oh ya” (jadi selama ini, penilaianku salah tentang Boy) sesalku dalam hati
“sekarang aku tidak takut lagi oleh ancaman Papaku, dan sekarangpun Ayahnya Jessica perusahaanya bangkrut gara-gara kasus korupsi.”
Jelasnya panjang lebar, aku hanya manggut-manggut mendengarnya, tapi aneh aku bahkan tidak merasakan degup jantungku seperti waktu aku masih berpacaran dengan Boy. Apa aku benar-benar sudah melupakannya dan apa benar sekarang aku tertarik pada artis itu. Astaga! Kenapa aku punya pikiran aneh sih. Aku langsung melirik Danisa yang ada di sampingku, ternyata Danisa juga melirikku sepertinya Danisa tau apa yang sekarang ada di pikiranku.
“ Princess, kamu mau kan maafin aku dan kamu maukan jadi pa-carku lagi?” kata Boy mengagetkan
“Apa...??!!” Aku tersentak kaget
“Iya, aku butuh jawaban darimu.” Sambil memberikan setangkai bunga mawar pink itu kepadaku
“A-ku udah maafin kamu dari dulu. Tapi untuk menjadi pacarmu lagi aku tidak bisa Boy, maaf.” Jawabku tegas
“ta-pi ke-na-pa?” jawab Boy terbata-bata
Tiba-tiba seseorang muncul dan langsung mendorongku dari belakang sampai aku terjatuh. Sudahku duga, ternyata benar itu Jessica. Jessica langsung mencaci maki aku sampai orang-orang di sekitar taman menoleh ke arah kami. Aduh! Betapa malunya aku.
“dasar cewek perebut cowok orang! Oh jadi ini alesan kamu mutusin hubungan kita tadi hah? Gara-gara cewek belagu, yang sok cantik ini?” Jessica marah dengan nada tinggi
“apaan sih! Aku sejak awal memang nggak punya perasaan apa-apa sama kamu Jess! Papa yang memaksaku.” Jawab Boy
“tapi alesan kedua adalah gara-gara cewek centil ini!” jawab Jessica sambil menatapku sinis.
Semula aku hanya diam saja, tetapi setelah Jessica mulai berkata yang tidak-tidak tentangku, aku langsung berdiri. Kesabaranku langsung habis seketika. Di depan umum aku menumpahkan kesal, aku menampar pipi Jessica sampai merah.
“Denger ya Jess! Gue enggak pernah ngrebut cowok lo! Boy yang ngajak gue kesini, dia yang nembak gue, asal lo tau gue udah nggak punya perasaan apa-apa sama Boy! Dan denger ya Boy, jangan deketin aku lagi, aku udah muak banget sama lo sekarang!!!”
Semua orang kaget, semua tidak berani menjawabnya. Danisa hanya melongo dan mengikutiku berlari. Semua orang terpaku termasuk Boy dan Jessica yang masih memegangi pipinya yang merah akibat tamparanku tadi.
Pulang sekolah aku langsung menuju kamar dan membanting tasku. Sampaiku dengar bunyi sms dari handphoneku dan langsungku buka.


From Arnell “ARTIS”
Hay, my Princess are you okay? Aku udah denger cerita dari Danisa, soal kejadian di taman sekolahmu tadi.
Huh! Dasar Danisa ember, gumanku dalam hati. Aku menjawab sms dari Arnell tersebut.
To Arnell “ARTIS”
Gue okay! Thanks my prince.
Lalu aku pencet tombol send. “ eh tapi aku baru sadar, tadi gue nulis apa?! Ah! Sial kenapa gue nggak sadar, gue malu banget.” Kesalku dalam hati. Arnell menjawab pesanku yang tanpa sadarku tulis dengan ucapan yang memalukan itu.
From Arnell “ARTIS”
Nanti malam aku telfon kamu, my Princess! Aku syuting dulu. :*
“ah benerkan dia Ge-Er! Huh kenapa sih gue bego banget!” sambil memukul-mukul kepalaku.
          Malam harinya Arnell benar-benar menelfonku. Kami ngobrol seperti biasa, tapi baru aku sadari Arnell orangnya asik dan care banget.
Dear diary...
Jika semalam hanya mimpi, bolehkah aku kembali tidur dan mengulanginya lagi?
Jika ini cinta, bolehkah aku menyimpannya
Jika kelak kita berjodoh, tolong simpan senyum itu.. “bahagia itu sederhana”
Love,
Princess

          Sudah hampir 3 bulan aku dan Arnell semakin dekat, kami sering makan siang bersama sepulang sekolah, sms kalau dia nggak sibuk syutinglah nyanyilah pemotretanlah yah rutinitas artis lainnya, kadang-kadang juga dia menelfonku.
          Ketika jam istirahat aku membaca sms dari Arnell
From Arnell “ARTIS”
Nanti malam, aku mau bicara serius sama kamu my Princess. Kamu datang ya, jam 7 di Caffe Permata.
“mau ngapain si Arnell?” kataku setelah selesai membaca sms
“mungkin mau nembak elu, pokoknya lo harus dandan cantik nanti malam” jawab Danisa tiba-tiba dan membuatku kaget.
          Apa bener yang dikatakan Danisa...huaa?!! semua mata pelajaran hari ini tidak ada yang masuk dalam otakku. Pikiranku kacau teringat apa yang dikatakan oleh Danisa.
Dear diary...
To My Prince Arnellandra Gaffa
Seandainya kamu bisa melihat kamu dari mataku,
Kamu akan melihat orang yang nggak mau mengalah,
Orang yang seenaknya saja, namun juga orang pertama
Yang akan bertanya “ Apa aku baik-baik saja ?”
Love,
Princess
          Malam itu tiba, Danisa mendandaniku super cantik, aku memakai gaun panjang, yang membuatku nampak elegan. Aku diantar Radif dan Danisa mereka sangat bersemangat sekali. Aku hanya bisa merasakan detak jantungku yang sudah mulai tidak karuhan. Setelah sampai, aku masuk ke dalam Caffe yang super megah itu. Tak disangka Arnell sudah menunggu di tempat yang sudah dipesannya. Emm.. tempat yang romantis.
“ sudah lama? “ tanyaku pelan
“ya.. lumayan.. tapi aku senang bisa menyempatkan waktuku yang super pada itu.” Jawab Arnell santai
“hee.. terus kamu mau ngomong apa?” tanyaku yang suka to the point
“malam ini kamu sangat cantik, lebih cantik dari biasanya, hee..” tawanya cengengesan
“Cuma itu” jawabku sedikit kecewa
“nggak sih.. sebenarnya.. eh tunggu, pelayan!!!”
          Arnell memberi aba-aba pada pelayan itu. Aku tidak mengerti maksudnya. Tiba-tiba terdengar alunan biola sebuah lagu dari Petra Sihombing yang berjudul “MINE”. Semua itu menambah suasana romantis di Caffe itu. Dan Arnell pun mulai mengucapkan sebuah kalimat.
“ I Love You My Princess”
Jantungku terasa mau copot mendengar apa yang dikatakan Arnell tadi. Apa aku tidak salah dengar? Atau ini mimpi. Aku sudah lama tertegun.
“kamu harus mau jadi pacar aku!” kata Arnell keras dan membuatku kaget membuyarkan lamunanku
“kok maksa sih?” jawabku
“aku udah tau kok kalau kamu suka juga sama aku” jawabnya pede
“pasti dari Danisa, dasar sahabat ember” sambil melirik Danisa yang dari tadi tertawa puas melihatku mati gaya.
“pokoknya kamu dan aku, satu.. my Princess” kata Arnell
“bukan lagi kamu, bukan lagi aku, tapi sudah menjadi kita..” jawabku
“so, kamu udah jadi pacar aku”
Arnell langsung memelukku dan memberi isyarat kepada pelayan tadi. Tiba-tiba hujan deras muncul, eh tepatnya hujan buatan. Semua itu menjadi semakin indah ditambah lantunan lagu tadi yang semakin keras. Radif dan Danisa tepuk tangan meriah dan diikuti tamu-tamu caffe yang lain. Aku dan Arnell masih berpelukan sampai semua basah kuyup. Arnell membisikan sesuatu.
“sebenarnya, semua ini nyontek sinetronku.. hehee”
“apah?!!!!” kataku kesal
“bercanda My Princess, I Love You”
Arnell memelukku semakin erat. Ingin rasanya aku menghentikan waktu saat itu juga.
“kamu tau kenapa kamu istimewa, my Prince?”
“karena aku artis ganteng punya banyak fans” jawabnya kocak
“bukan. Karena kamu jawaban dari istilah ‘bahagia itu sederhana’ Arnell, my Prince”
“oh.. so sweet My Princess” sambil mencubit pipiku
Kami langsung kembali berpelukan.




GOSIP SELEBRITIS :
“Arnellandra Gaffa Punya Pacar”

Setelah sekian lama Arnellandra Gaffa bungkam ditanyai soal pacar, maka sekarang Arnell memperkenalkan pacarnya kepada media “ini, My Girlfriend” katanya. Setelah tertangkap basah tengah menjemput pacarnya yang ternyata siswa SMA swasta di Jakarta yang bernama Princess Veronika Bella. Princess yang akrab dipanggilnya merupakan wanita yang spesial di mata Arnell. Dia cantik dan penuh kejutan.
         



Setelah semua media tau dan pastinya seluruh teman-teman sekolah termasuk Jessica dan Boy kaget mendengarnya.kalau Danisa dan Radif merekan santai karena mereka tahu duluan. Dan akupun sekarang sudah mulai akrab dengan kamera yang sewaktu-waktu selalu meikutiku dan Arnell dimanapun kami bersama.

The end

Thursday, December 3, 2015

Aplikasi Perbedaan Individu dalam Belajar



A.    Pengertian Individu

Manusia atau individu adalah makhluk yang dapat di pandang dari berbagai sudut pandang. Dalam kamus Echolas dan Shadaly ( 1975 ), individu adalah kata benda dari individual yang berarti orang, perseorangan, dan oknum.

B.     Pengertian Perbedaan Individu

Bermacam – macam aspek perkembangan individu, ada dua fakta yang menonjol, yaitu : dari dua garis keluarga, garis keturunan ayah dan garis keturunan ibu. Sejak terjadinya pembuahan atau konsepsi kehidupan yang baru, maka secara berkesinambungan dipengaruhi oleh macam – macam faktor lingkungan disekitarnya yang merangsang pertumbuhan dan perkembangannya.
1.      Semua manusia mempunyai unsur – unsur kesamaan di dalam pola perkembangannya.
2.      Di dalam pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia secara biologis dan sosial, tiap – tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda.
Perbedaan – perbedaan tersebut secara keseluruhan lebih banyak bersifat kuantitatif dan bukan kualitatif. Menurut Lindgren ( 1980 ) makna “perbedaan” dan “perbedaan individual” menyangkut tentang variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik dan psikologis. Perbedaan individual menurut Chaplin ( 1995: 244 ) adalah “sebarang sifat atau perbedaan kuantitatif dalam suatu sifat, yang bisa membedakan satu individu dengan individu lainnya.” Gerry ( 1963 ) dalam buku perkembangan peserta didik karya Sunarto dan B. Agung Hartono mengategorikan perbedaan individual seperti berikut :
1.      Perbedaan fisik, tingkat dan berat bedan, jenis kelamin, penglihatan, dan kemampuan bertindak.
2.      Perbedaan sosial termasuk status ekonomi, agama, hubungan keluarga, dan suku.
3.      Perbedaan kepribadian termasuk watak, motif, minat, dan sikap.
4.      Perbedaan inteligensi dan kemampuan dasar.
5.      Perbedaan kecakapan dan kepandaian di sekolah.
Dari beberapa pengertian diatas maka dapat kita peroleh bahwa perbedaan individual adalah hal – hal yang berkaitan dengan “psikologi pribadi” yang menjelaskan perbedaan psikologi maupun fisik antara orang – orang serta berbagai persamaannya.

C.    Sumber Perbedaan Individu

1.      Faktor Bawaan
Faktor ini merupakan faktor – faktor biologis yang diturunkan melalui pewarisan genetik oleh orangtuanya. Perbedaan gen ini merupakan alasan mengapa kita berbeda dengan orang lain, baik secara fisik, psikologis, maupun perilaku, bahkan dengan saudara kita sendiri.
2.      Faktor Lingkungan
Faktor ini yang mengakibatkan perbedaan individu yang berasal dari luar diri individu. Faktor lingkungan berasal dari beberapa macam, yaitu:


a.       Status sosial ekonomi orang tua.
Meliputi tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, penghasilan orang tua,.
b.      Pola asuh orang tua
Terdapat tiga pola asuh dalam pengasuhan anak yaitu:
·         Otoriter, pola asuh yang menekankan pada pengawasan orang tua kepada anak untuk mendapatkan ketaatan atau kepatuhan.
·         Permisif, pola asuh dimana orang tua memberikan kebebasan sebanyak mungkin kepada anak untuk mengatur dirinya, tanpa terlalu dikontrol oleh oran tuannya.
·         Autoritatif, pola asuh dimana orang tua memberikan hak dan kewajiban yang sama dalam arti saling melengkapi.
c.       Budaya
Merupakan pikiran, akal budi, hasil karya manusia, atau dapat juga diidentifikasikan sebagai adat isitidat.
d.      Urutan Kelahiran
·         Anak sulung / pertama, teliti, mempunyai ambisi, dan agresif.
·         Anak tengah, mediator dan pensinta damai.
·         Anak bungsu / akhir, paling kretif dan biasanya menarik.
·         Anak tunggal, percaya diri, supel, dan memiliki imajinasi tinggi.
Karakteristik yang berbeda – beda pada individu dipengaruhi oleh perilaku orang tuannya berdasarkan urutan kelahiran.


D.    Bidang – Bidang Perbedaan
1.      Perbedaan Kognitif
Kemampuan ini berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.      Perbedaan Kecakapan Berbahasa
Kemampuan seseorang untuk menyatakan pemikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis, dan sistematik. Kemampuan berbahasa sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan seta faktor fisik ( organ bicara ).
3.      Perbedaan Kecakapan Motorik
Kemampuan psikomotorik ini merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi gerakan syarat motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan.
4.      Perbedaan Bakat
Meliputi perbedaan sosio- ekonomi, sosio- cultural, amat penting artinya bagi perkembangan anak.
5.      Perbedaan Kepribadian
Pola perilaku dan cara berpikir yang khas menentukan penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan ( Atkinson, dkk, 1996 ). Kepribadian seseorang dapat kita tinjau melalui dua model big five dan model brigg – myers.
a.       Model Big Five
Merupakan model yang diajukan oleh Lewis Goldberg ( 1993 ) yang terdiri lima (5) dimensi :
·         Extroversion
Tipe ini menikmati keberadaannya bersama orang lain, penuh energy, serta mengalami emosi positive.

·         Agreeableness
Individu yang penuh perhatian, bersahabat, dermawan, suka menolong, dan mau menyesuaikan keinginan dengan orang lain.
·         Conscientiousness
Individu ini menghindari kesalahan dan mencapai kesuksesan tingkat tinggi melalui perencanaan yang penuh tujuan dan gigih. Akan tetapi individu ini terlihat kaku dan membosankan.
·         Neoriticism
Memiliki reaksi emosi yang negative namun individu ini cenderung tidak mudah terganggu, tenang, serta bebas dari emosi negative menetap.
·         Opennes to experience
Individu ini cenderung terbuka secara intelektual selalu ingin tahu, memiliki apresiasi terhadap seni, serta sensitive terhadap kecantikan.
b.      Model Brigg – Myers
Isabel Brigg Myers dan Katharine C. Model ini memiliki empat (4) dimensi :
·         Extraversion ( E ) versus Introversion ( I )
Orang I memahami dunia dan merupakan pemikir reflektif serta konsentrator. Sementara E memilih berinteraksi dengan orang lain dan berorientasi pada tindakan.
·         Sensing ( S ) versus Intution ( N )
Orang S berorientasi pada detail, mengingkan fakta dan mempercayainya. Orang N mencari pola dan hubungan diantara fakta yang diperoleh.

·         Thingking ( T ) versus Feeling ( F )
Individu T menghargai kebebasan, mereka membuat keputusan dengan mempertimbangkan criteria objective dan logika dari situasi. Orang F menghargai harmoni, mereka memutuskan pada nilai- nilai dan kebutuhan kemanusiaan pada saat membuat keputusan atau penilaian.
·         Judging ( J ) versus Perceptive ( P )
Orang J cenderung tegas, penuh rencana, dan mengatur diri. Orang P selalu ingin tahu, dapat menyesuaikan diri dan spontan.
6.      Perbedaan Gaya Belajar
Pola perilaku spesifik dalam menerima informasi baru dan mengembangkan ketrampilan baru, serta proses menyimpan informasi atau ketrampilan baru ( Sarasin, 1999 ). Menurut Horne ( 2005 ) :
a.       Modalitas belajar.
b.      Belajar dengan otak kiri dan kanan.
c.       Belajar sosial.
d.      Lingkungan belajar.
e.       Emosi belajar.
f.       Belajar kongrit dan abstrak.
g.      Belajar global dan analitik.
h.      Multiple intelligence.

E.     Aplikasi Perbedaan Individu dalam Belajar
1.      Menggunakan pendekatan pembelajaran fleksibel disertai penggunaan multimedia dan multimetode.
2.      Memahami pilihan gaya belajar siswa kemudian menyediakan lingkungan belajar yang mendukung gaya belajar mereka.
3.      Memberikan pengalaman – pengalaman belajar yang menggabungkan pilihan cara belajar siswa, menggunakan metode mengajar, insetif, alat, dan situasi yang direncanakan sesuai dengan pilihan siswa.
4.      Gunakan kombinasi cooperative learning, pembelajaran individual, dan pembelajaran kelompok, atau antara aktivitas – aktivitas belajar yang berpusat pada guru atau pada siswa.
5.      Berikan waktu yang cukup untuk memproses dan memahami informasi.
6.      Gunakan alat – alat multi sensory untuk memproses, mempraktekkan dan memperoleh informasi.


KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

PEMBAHASAN A. Pengertian Komponen Kurikulum Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 585) komponen adalah unsur atau bagian dari kese...