Thursday, December 3, 2015

Aplikasi Perbedaan Individu dalam Belajar



A.    Pengertian Individu

Manusia atau individu adalah makhluk yang dapat di pandang dari berbagai sudut pandang. Dalam kamus Echolas dan Shadaly ( 1975 ), individu adalah kata benda dari individual yang berarti orang, perseorangan, dan oknum.

B.     Pengertian Perbedaan Individu

Bermacam – macam aspek perkembangan individu, ada dua fakta yang menonjol, yaitu : dari dua garis keluarga, garis keturunan ayah dan garis keturunan ibu. Sejak terjadinya pembuahan atau konsepsi kehidupan yang baru, maka secara berkesinambungan dipengaruhi oleh macam – macam faktor lingkungan disekitarnya yang merangsang pertumbuhan dan perkembangannya.
1.      Semua manusia mempunyai unsur – unsur kesamaan di dalam pola perkembangannya.
2.      Di dalam pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia secara biologis dan sosial, tiap – tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda.
Perbedaan – perbedaan tersebut secara keseluruhan lebih banyak bersifat kuantitatif dan bukan kualitatif. Menurut Lindgren ( 1980 ) makna “perbedaan” dan “perbedaan individual” menyangkut tentang variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik dan psikologis. Perbedaan individual menurut Chaplin ( 1995: 244 ) adalah “sebarang sifat atau perbedaan kuantitatif dalam suatu sifat, yang bisa membedakan satu individu dengan individu lainnya.” Gerry ( 1963 ) dalam buku perkembangan peserta didik karya Sunarto dan B. Agung Hartono mengategorikan perbedaan individual seperti berikut :
1.      Perbedaan fisik, tingkat dan berat bedan, jenis kelamin, penglihatan, dan kemampuan bertindak.
2.      Perbedaan sosial termasuk status ekonomi, agama, hubungan keluarga, dan suku.
3.      Perbedaan kepribadian termasuk watak, motif, minat, dan sikap.
4.      Perbedaan inteligensi dan kemampuan dasar.
5.      Perbedaan kecakapan dan kepandaian di sekolah.
Dari beberapa pengertian diatas maka dapat kita peroleh bahwa perbedaan individual adalah hal – hal yang berkaitan dengan “psikologi pribadi” yang menjelaskan perbedaan psikologi maupun fisik antara orang – orang serta berbagai persamaannya.

C.    Sumber Perbedaan Individu

1.      Faktor Bawaan
Faktor ini merupakan faktor – faktor biologis yang diturunkan melalui pewarisan genetik oleh orangtuanya. Perbedaan gen ini merupakan alasan mengapa kita berbeda dengan orang lain, baik secara fisik, psikologis, maupun perilaku, bahkan dengan saudara kita sendiri.
2.      Faktor Lingkungan
Faktor ini yang mengakibatkan perbedaan individu yang berasal dari luar diri individu. Faktor lingkungan berasal dari beberapa macam, yaitu:


a.       Status sosial ekonomi orang tua.
Meliputi tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, penghasilan orang tua,.
b.      Pola asuh orang tua
Terdapat tiga pola asuh dalam pengasuhan anak yaitu:
·         Otoriter, pola asuh yang menekankan pada pengawasan orang tua kepada anak untuk mendapatkan ketaatan atau kepatuhan.
·         Permisif, pola asuh dimana orang tua memberikan kebebasan sebanyak mungkin kepada anak untuk mengatur dirinya, tanpa terlalu dikontrol oleh oran tuannya.
·         Autoritatif, pola asuh dimana orang tua memberikan hak dan kewajiban yang sama dalam arti saling melengkapi.
c.       Budaya
Merupakan pikiran, akal budi, hasil karya manusia, atau dapat juga diidentifikasikan sebagai adat isitidat.
d.      Urutan Kelahiran
·         Anak sulung / pertama, teliti, mempunyai ambisi, dan agresif.
·         Anak tengah, mediator dan pensinta damai.
·         Anak bungsu / akhir, paling kretif dan biasanya menarik.
·         Anak tunggal, percaya diri, supel, dan memiliki imajinasi tinggi.
Karakteristik yang berbeda – beda pada individu dipengaruhi oleh perilaku orang tuannya berdasarkan urutan kelahiran.


D.    Bidang – Bidang Perbedaan
1.      Perbedaan Kognitif
Kemampuan ini berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.      Perbedaan Kecakapan Berbahasa
Kemampuan seseorang untuk menyatakan pemikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis, dan sistematik. Kemampuan berbahasa sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan seta faktor fisik ( organ bicara ).
3.      Perbedaan Kecakapan Motorik
Kemampuan psikomotorik ini merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi gerakan syarat motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan.
4.      Perbedaan Bakat
Meliputi perbedaan sosio- ekonomi, sosio- cultural, amat penting artinya bagi perkembangan anak.
5.      Perbedaan Kepribadian
Pola perilaku dan cara berpikir yang khas menentukan penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan ( Atkinson, dkk, 1996 ). Kepribadian seseorang dapat kita tinjau melalui dua model big five dan model brigg – myers.
a.       Model Big Five
Merupakan model yang diajukan oleh Lewis Goldberg ( 1993 ) yang terdiri lima (5) dimensi :
·         Extroversion
Tipe ini menikmati keberadaannya bersama orang lain, penuh energy, serta mengalami emosi positive.

·         Agreeableness
Individu yang penuh perhatian, bersahabat, dermawan, suka menolong, dan mau menyesuaikan keinginan dengan orang lain.
·         Conscientiousness
Individu ini menghindari kesalahan dan mencapai kesuksesan tingkat tinggi melalui perencanaan yang penuh tujuan dan gigih. Akan tetapi individu ini terlihat kaku dan membosankan.
·         Neoriticism
Memiliki reaksi emosi yang negative namun individu ini cenderung tidak mudah terganggu, tenang, serta bebas dari emosi negative menetap.
·         Opennes to experience
Individu ini cenderung terbuka secara intelektual selalu ingin tahu, memiliki apresiasi terhadap seni, serta sensitive terhadap kecantikan.
b.      Model Brigg – Myers
Isabel Brigg Myers dan Katharine C. Model ini memiliki empat (4) dimensi :
·         Extraversion ( E ) versus Introversion ( I )
Orang I memahami dunia dan merupakan pemikir reflektif serta konsentrator. Sementara E memilih berinteraksi dengan orang lain dan berorientasi pada tindakan.
·         Sensing ( S ) versus Intution ( N )
Orang S berorientasi pada detail, mengingkan fakta dan mempercayainya. Orang N mencari pola dan hubungan diantara fakta yang diperoleh.

·         Thingking ( T ) versus Feeling ( F )
Individu T menghargai kebebasan, mereka membuat keputusan dengan mempertimbangkan criteria objective dan logika dari situasi. Orang F menghargai harmoni, mereka memutuskan pada nilai- nilai dan kebutuhan kemanusiaan pada saat membuat keputusan atau penilaian.
·         Judging ( J ) versus Perceptive ( P )
Orang J cenderung tegas, penuh rencana, dan mengatur diri. Orang P selalu ingin tahu, dapat menyesuaikan diri dan spontan.
6.      Perbedaan Gaya Belajar
Pola perilaku spesifik dalam menerima informasi baru dan mengembangkan ketrampilan baru, serta proses menyimpan informasi atau ketrampilan baru ( Sarasin, 1999 ). Menurut Horne ( 2005 ) :
a.       Modalitas belajar.
b.      Belajar dengan otak kiri dan kanan.
c.       Belajar sosial.
d.      Lingkungan belajar.
e.       Emosi belajar.
f.       Belajar kongrit dan abstrak.
g.      Belajar global dan analitik.
h.      Multiple intelligence.

E.     Aplikasi Perbedaan Individu dalam Belajar
1.      Menggunakan pendekatan pembelajaran fleksibel disertai penggunaan multimedia dan multimetode.
2.      Memahami pilihan gaya belajar siswa kemudian menyediakan lingkungan belajar yang mendukung gaya belajar mereka.
3.      Memberikan pengalaman – pengalaman belajar yang menggabungkan pilihan cara belajar siswa, menggunakan metode mengajar, insetif, alat, dan situasi yang direncanakan sesuai dengan pilihan siswa.
4.      Gunakan kombinasi cooperative learning, pembelajaran individual, dan pembelajaran kelompok, atau antara aktivitas – aktivitas belajar yang berpusat pada guru atau pada siswa.
5.      Berikan waktu yang cukup untuk memproses dan memahami informasi.
6.      Gunakan alat – alat multi sensory untuk memproses, mempraktekkan dan memperoleh informasi.


No comments:

Post a Comment

KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

PEMBAHASAN A. Pengertian Komponen Kurikulum Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 585) komponen adalah unsur atau bagian dari kese...