My Prince Charming
Dear diary...
Hari ini, hari yang paling
melelahkan..
Sahabatku Danisa mengajakku antri
berjam-jam buat dapetin tiket konser idolanya itu,
Awalnya aku nggak mau, tapi Danisa
terus memaksaku.
Alhasil aku harus menguras
tabunganku untuk membeli tiket konser idolanya si Danisa
Aku bahkan belum pernah melihat
artis yang bernama Arnellandra Gaffa itu.. hahaha
Aku mendapat pelajaran untuk hari
ini “kita, manusia, sedang berpetualang mencari jati
diri. Mencari jalan untuk menembus
waktu dan menyatukan keping-keping masa lalu”
Love,
Princess
Ku akhiri coretanku tanpa membacanya lagi. Dan bug!
Segera ku tutup dan seperti biasa, aku langsung memasukkan diaryku ke dalam
kotak kecil berwarna pink berhiaskan sebentuk hati, tampak cantik dan begitu
manis.
Perlahan aku menuju ranjang, untuk melepas penat
seharian tadi. Kemudian terdengar suara ringtone dari handphoneku. Ringtone
lagu “andaikan” dari girlband BLINK. Ringtone ini sengaja aku setting karena
aku sangat menyukai lagu ini. Tanpa berlama-lama ku angkat telpon itu.
“ hay Pris” sapa Danisa
“hay!” jawabku jutek
“masih ngambek say?” Danisa cengengesan
“udah deh, ngantuk gue.. bye!”
“eh Pris tunggu!”
Telpon dari Danisa langsung aku matikan. Mataku
terasa sudah berat. O iya sampai lupa, seperti biasa Danisa selalu memanggilku
dengan sebutan Prissy, aneh memang, tetapi Danisa selalu bilang nama Princess
sulit diucapkan (maklum bahasa inggris, Danisa di sekolah tidak menyukai
pelajaran itu, eh.. tapi apa hubungannya coba?).
Tak terasa sang surya telah menampakkan cahayanya,
dengan mata yang masih setengah terbuka, aku segera menuju kamar mandi. Setelah
sampai di sekolah aku bertemu sahabatku, Danisa.
“pagi, Prissy’ sapanya ramah
“pagi Dan” dengan nada tak semangat
“masih ngambek?”
“enggak, gue udah maafin lu!”
“yeee.... tapi kok masih jutek gitu?”
Aku tak menjawab pertanyaan dari Danisa karena bell
sudah berbunyi dan guru sudah ada di kelas. Di sekolah aku terkenal dengan
kejutekkanku, kata temen-temen sih aku itu sebagai cewek paling ideal. Gimana
nggak ideal, aku mempunyai badan yang ramping, tinggi, kulit putih, rambut
panjang, wajah sih aku blasteran Cina, Jawa, dan Belanda bisa ngebayanginkan?
Mataku sedikit sipit, pipi chubby, dan masih banyak lagi. Enggak heran hampir
semua cowok hitz di sekolah banyak yang naksir *hahahaa pede. Tetapi mereka
langsung kabur begitu tau aku jutek, galak, dan cuek minta ampunn.
Bell istirahatpun berbunyi “kriinnggg” murid-murid
segera berhamburan menuju kantin, termasuk aku dan Danisa. Sambil memakan
siomay dan satu gelas jus mangga, kami bercanda ria.
“eh, Pris, malem minggu nanti aku pake baju apa ya?
Buat nonton konsernya Arnel? Akukan harus kelihatan cantik” Danisa ngomong
panjang lebar
“pake aja seadanya.. haha” jawabku singkat
“gue pinjem gaun lo ya, Priss?” Danisa memohon
“elo mau nonton konser apa mau kondangan? Pake gaun
segala?”
“apa Priss? Apa elo nggak inget kita kan beli tiket
VIP kitakan diberi kesempatan foto bareng Arnell!!”
“gue sih cuek, sebenernya gue juga enggak mau
nonton konser”
“please ya Prissy cantikk” Danisa merengek
“iya.. iya, terserah elo”
“nanti gue ke rumah lo ya Priss! Buat milih gaun
hehee”
“iya” jawabku terpaksa
Sore harinya Danisa benar-benar datang ke rumahku.
Ia langsung menuju kamarku dan mengacak-acak isi lemariku.
“gua mau yang ini” Danisa ceria
“boleh” jawabku singkat
“elu mau pake yang mana P-r-i-n-cess?” sambil
mengeja namaku
“kaos putih sama celana jeans” jawabku cuek
“what?? Helloo!!! Lo pikir konsernya di pasar apa?”
Danisa sinis
“terus?” jawabku mengejek
“elo pake ini”
Danisa menunjukkan shortdress berwarna pink.
“elo bakalan kelihatan manis banget, tuan putri”
ejek Danisa
“kenapa gue harus pake ini?” bingung
“elo harus temenin gua foto sama Arnell sambil
ngobrol”
“ apah??? What??? Oh no baby...!!!” jawabku kaget
“aku mau ngejodohin kamu sama Arnell” jawab Danisa
pendek
“artis mana mau sama gue?”
“nggak apa-apa siapa tau dia kepincut lihat elu?”
“enggak mau gue!”
“tapi Prissy sayang, honey! Elu harus moveon dari
Boy!”
“gue udah moveon banget! Elu aja yang pacaran sama
Arnell itu!”
“he to the llo! Princess elu lupa kalau sahabat lo
Danisa ini uadah punya pacar yang namanya Radif?” dengan nada meninggi
Aku hanya cengengesan melihat tingkah Danisa yang
super lebay badai itu.
Malam tiba...
Dear diary...
Entah mengapa aku teringat dengan Boy! Dan entah
mengapa dia sulit untukku lupakan!!!
Dia adalah ketua tim basket di sekolah, dia sangat
perhatian dan sayang banget sama aku
Begitu juga aku sangat menyayanginya.
Cinta memang seperti akan jatuh ke jurang! Terkadang
bisa jatuh dengan mulus tanpa
pengaman apapun, tetapi terkadang juga bisa
terhempas hancur!
Kita (aku dan Boy) putus gara-gara Jessica cewek
paling genit di sekolah!
Ah sudahlah lupakan saja! L
“sekeras batu apapun, jika terkikis akan habis juga”
Love,
Princess
Akhirnya malam yang dinantikan Danisa tiba.. yaps!
Malam minggu. Selama satu hari penuh Danisa di salon langganannya dan seperti
biasa juga dia memaksaku untuk ikut! Huh. Danisa memakai gaun berwarna ungu
yang berkilau (longdress itu punyaku) ia tampak cantik, sampai-sampai Radif
pacarnya pangling. Kalau aku memakai shortdress berwarna pink dan kata Radif
aku terlihat lebih manis.
Radif mengantar kami berdua. Setelah sampai Radif
langsung tancap gas mobilnya lalu pergi. Tidak terasa (maklum selama konser
berlangsung aku tidur. Hehee) Arnell yang telah menyanyikan 10 lagu
ternge-hitznya. Dan ini saat yang paling aku benci!! Saatnya sesi foto bersama
bagi pemegang tiket VIP. Setelah lama mengantri, akhirnya giliran aku dan
Danisa. Danisa tampak antusias.
“hey, Arnell” sapa Danisa sok akrab
“hey” jawab artis itu singkat
“Aku Danisa dan ini sahabatku Prissy, eh maksud gue
Princess” Aku hanya bengong melihat tingkah Danisa yang super ganjen.
“hey, aku Arnell” sambil berjabat tangan, aku hanya
tersenyum tipis
“kita foto bertiga ya!” Danisa sepontan
Aku ngedumel nggak karuhan dan segera turun,
sedangkan Danisa masih asik ngobrol dengan Arnel. Emang aku akui Arnellandra
emang keren malah lebih segala-galanya dari Boy.
“Kalau begini caranya mendingan tadi bawa mobil
sendiri.” Aku kesal karena Danisa masih ada di dalam dan aku menunggunya di
parkiran. Setelah 10 menit menunggu, Danisa akhirnya datang juga.
“besok pagi aku mau kasih kejutan buat kamu,
sahabatku” kata Danisa penuh misteri
“kenapa mesti besok?”
“terserah gue dong!” sambil menjulurkan lidahnya
Setelah sampai rumah aku menuju kamar dan langsung
mandi ‘malam’. Setelah keluar dari kamar mandi aku mendapati handphoneku
bergetar tanda sms masuk.
“ ah dari nomer nggak dikenal!!” aku menghela nafas
dan langsung kaget membaca isi sms itu yang berbunyi
“Good night, Have nice a dream, my
Princess”
Mulutku ternganga
dibuatnya.
“dasar kerjaan orang
iseng!” dumelku
Aku sengaja tak
membalasnya. Aku segera merebahkan tubuhku di ranjang dan akhirnya terlelap.
Pagi itu..
Danisa sudah tepat
dihadapanku setelah aku keluar dari mobil.
“mana kejutannya?”
sambil memandang kiri kanan
“hee.. sabar
Princessku, sayang” jawabnya makin misterius
“entar siang, pulang
sekolah ada yang ngajak makan siang” katanya
“Radif?” jawabku enteng
“bukan, bukan dia”
Danisa geleng-geleng
“terus siapa?”
“your Prince!” Aku
langsung kaget dan mulutku ternganga
“gue nggak ngerti
deh Dan”
“sebenarnya waktu
elu nungguin gue abis konser itu gue ngobrol banyak sama Arnel....”
Malam itu...
“ tunggu Dan!” kata Arnell pelan
“ iya Ar-nell?” Danisa gugup
“sahabat kamu itu, cantik” jawab Arnell salting
“sebenernya, Princess itu bukan fans kamu, aku
yang ajak dia kesini.. hehee.. bahkan dia nggak tau apa-apa tentang kamu”
Arnell sangat kaget!
“ A-pa A-ku boleh minta nomor handphonenya?”
tanya Arnell gugup
Danisa kaget mendengar apa yang diucapkan
Arnell barusan
“buat apa?” tanya Danisa
“ aku ingin mengajak kalian makan siang besok
senin pulang sekolah”
Danisa tidak biasa berkata-kata. Dia dan
Princess (aku) diajak makan siang oleh superstar idola Danisa dari dulu.
“oke deh, nanti aku sampaiin ke Princess!” kata
Danisa kegirangan
“ terus aku boleh minta nomor handphonenya?”
“ boleh, banget!” jawab Danisa antusias
“ oke, bye! See you tomorrow!” jawab Arnell
ramah sambil melambaikan tangan dan melanjutkan foto sesinya.
“what? Danisa kurang
ajar!!!” omelku
“hee.. udah gue duga
dia itu kepincut sama lo!” jawabnya santai
“jadi semalem yang
sms gua itu dia?” kataku heran sambil meraba-raba
“jadi, Arnell udah
nyolong start dong!” Danisa kegirangan
Di Kelas..
Aku masih merasa
bingung, nggak nyangka dan marah! Kenapa Danisa mengiyakannya begitu saja tanpa
persetujuanku!.
“ Princess! Jangan
melamun!” kata seorang guru yang super galak
Aku baru sadar kalau
dari tadi aku melamun gara-gara cerita Danisa tadi pagi itu.
“iya Bu, maaf”
jawabku dengan kepala menunduk
Danisa yang duduk di
sampingku cuma cengar cengir tanda mengejek. Tak terasa bell pulang sekolah
berbunyi.
“ ayo cepetan, gua
nggak sabar” kata Danisa
“iya” jawabku tak
bersemangat
Di cafe..
“ kita duduk di
sini, nomor 3 sesuai yang Arnell bilang” kata Danisa
“ terserah elo”
sinis
“itu dia Arnellnya,
hey Arnell” Danisa melambaikan tangannya
Arnell langsung
menghampiri aku dan Danisa dengan pakaian yang sangat aneh, yaps tentu saja
dengan pakaian penyamaran agar tidak dikenali.
“hallo Danisa, Hallo
Princess” Arnell dengan senyum lebar
“hallo Arnell”
Danisa dengan suara nyaringnya
“hallo juga” aku
menjawabnya dengan jutek
“sorry ya nell,
sahabatku ini emang jutek banget! Tapi sebenernya dia baik dan asik orangnya”
kata Danisa sambil cengengesan
“enggak apa-apa,
it’s oke!” jawab Arnell dengan santai
“Cuma makhluk
spesial, yang bisa naklukin hatinya Prissy ini!” kata Danisa sok tau
“ kata siapa?”
jawabku sambil melotot
“lah itu si Boy,
mantan lo yang sampai sekarang lo enggak bisa-bisa moveon. Hee...”
“apaan sih lo!”
kataku jengkel
“oh iya, ngapain sih
elu ngajakin gue sama Danisa makan siang segala?” tanyaku pada Arnell to the
point
“sebenernya, sejak
elo ngantri buat foto sama gue, gue udah merhatiin elo, gue suka sama elu sejak
lihat elo pertama kali” jawab Arnell pede yang saking to the pointnya.
“oh.. iya, kenapa
semalem enggak bales smsku my Princess?” kata Arnell nggak nyambung
“males, ngantuk,
capek!!” jawabku agak sinis
Tak terasa malam
telah tiba...
Aku merasa lelah.
Setelah sampai rumah dan mandi, aku rutin menulis semua kejadian hari ini.
Dear diary...
Siapa yang pernah
menduga kita akan sedekat ini?
Pertemuan pertama,
selalu menyisakan banyak kesan dan ribuan cerita..
Ketika tatapan kita
pertama bertemu, yang aku rasakan, bukan cinta..
Sama sekali bukan..
Love,
Princess
Mataku sudah sangat
terasa berat. Aku membaringkan tubuhku di ranjang dan langsung masuk ke dalam
alam mimpi.
Pagi harinya, aku
berjalan tanpa semangat melewati koridor sekolah. Danisa menyapaku seperti
biasanya.
“pagi, Prissy...”
“pagi, Danisa..”
jawabku tanpa semangat
“eh, Pris tadi aku
ketemu si Boy, terus aku disuruh bilang kekamu. Kamu disuruh dateng di taman
sekolah waktu istirahat nanti. Nanti aku temenin deh!” katanya panjang lebar.
“ ngapain lagi dia?
Males ah nanti malah dilabrak sama si Jessica yang semakin ngelunjak gara-gara
pacaran sama cowok paling hitz di sekolah” jawabku ketus.
“elo cemburu Pris?”
kata Danisa enteng
“ya enggak lah!”
jawabkau kesal
“kalau gitu kamu
temui si Boy siapa tau dia mau minta maaf atau nyesel menghianati cewewk paling
cantik dan paling judes di sekolah” Danisa nyengir.
“oke. Kamu yang
harus bertanggungjawab.” Jawabku
“siap bos!” Danisa
memberi hormat padaku
Waktu istirahat
tiba, Danisa segara menyeretku ke taman sekolah. Di sana sudah ada Boy dengan
membawa bunga mawar pink, jelas itu warna kesukaanku.
“akhirnya kamu
datang juga” sapanya padaku
“ ada apa sih?” aku
langsung to the point
“aku baru sadar Princess,
kamu memang yang paling terbaik. Sebenarnya aku bukan bermaksud menghianatimu,
waktu aku pacaran sama Jessica aku dipaksa oleh kedua orang tuaku. Karena ayah
Jessica itu investor terbesar di Perusahaan Papaku.” Tak kalah to the point
“oh ya” (jadi selama
ini, penilaianku salah tentang Boy) sesalku dalam hati
“sekarang aku tidak
takut lagi oleh ancaman Papaku, dan sekarangpun Ayahnya Jessica perusahaanya
bangkrut gara-gara kasus korupsi.”
Jelasnya panjang
lebar, aku hanya manggut-manggut mendengarnya, tapi aneh aku bahkan tidak
merasakan degup jantungku seperti waktu aku masih berpacaran dengan Boy. Apa
aku benar-benar sudah melupakannya dan apa benar sekarang aku tertarik pada
artis itu. Astaga! Kenapa aku punya pikiran aneh sih. Aku langsung melirik
Danisa yang ada di sampingku, ternyata Danisa juga melirikku sepertinya Danisa
tau apa yang sekarang ada di pikiranku.
“ Princess, kamu mau
kan maafin aku dan kamu maukan jadi pa-carku lagi?” kata Boy mengagetkan
“Apa...??!!” Aku
tersentak kaget
“Iya, aku butuh
jawaban darimu.” Sambil memberikan setangkai bunga mawar pink itu kepadaku
“A-ku udah maafin
kamu dari dulu. Tapi untuk menjadi pacarmu lagi aku tidak bisa Boy, maaf.”
Jawabku tegas
“ta-pi ke-na-pa?”
jawab Boy terbata-bata
Tiba-tiba seseorang
muncul dan langsung mendorongku dari belakang sampai aku terjatuh. Sudahku
duga, ternyata benar itu Jessica. Jessica langsung mencaci maki aku sampai
orang-orang di sekitar taman menoleh ke arah kami. Aduh! Betapa malunya aku.
“dasar cewek perebut
cowok orang! Oh jadi ini alesan kamu mutusin hubungan kita tadi hah? Gara-gara
cewek belagu, yang sok cantik ini?” Jessica marah dengan nada tinggi
“apaan sih! Aku
sejak awal memang nggak punya perasaan apa-apa sama kamu Jess! Papa yang
memaksaku.” Jawab Boy
“tapi alesan kedua
adalah gara-gara cewek centil ini!” jawab Jessica sambil menatapku sinis.
Semula aku hanya
diam saja, tetapi setelah Jessica mulai berkata yang tidak-tidak tentangku, aku
langsung berdiri. Kesabaranku langsung habis seketika. Di depan umum aku menumpahkan
kesal, aku menampar pipi Jessica sampai merah.
“Denger ya Jess! Gue
enggak pernah ngrebut cowok lo! Boy yang ngajak gue kesini, dia yang nembak
gue, asal lo tau gue udah nggak punya perasaan apa-apa sama Boy! Dan denger ya
Boy, jangan deketin aku lagi, aku udah muak banget sama lo sekarang!!!”
Semua orang kaget,
semua tidak berani menjawabnya. Danisa hanya melongo dan mengikutiku berlari.
Semua orang terpaku termasuk Boy dan Jessica yang masih memegangi pipinya yang
merah akibat tamparanku tadi.
Pulang sekolah aku
langsung menuju kamar dan membanting tasku. Sampaiku dengar bunyi sms dari
handphoneku dan langsungku buka.
From Arnell “ARTIS”
Hay, my Princess are you okay? Aku udah
denger cerita dari Danisa, soal kejadian di taman sekolahmu tadi.
Huh! Dasar Danisa
ember, gumanku dalam hati. Aku menjawab sms dari Arnell tersebut.
To Arnell “ARTIS”
Gue okay! Thanks my prince.
Lalu aku pencet
tombol send. “ eh tapi aku baru sadar, tadi gue nulis apa?! Ah! Sial kenapa gue
nggak sadar, gue malu banget.” Kesalku dalam hati. Arnell menjawab pesanku yang
tanpa sadarku tulis dengan ucapan yang memalukan itu.
From Arnell “ARTIS”
Nanti malam aku telfon kamu, my Princess!
Aku syuting dulu. :*
“ah benerkan dia
Ge-Er! Huh kenapa sih gue bego banget!” sambil memukul-mukul kepalaku.
Malam harinya Arnell benar-benar
menelfonku. Kami ngobrol seperti biasa, tapi baru aku sadari Arnell orangnya
asik dan care banget.
Dear diary...
Jika semalam hanya
mimpi, bolehkah aku kembali tidur dan mengulanginya lagi?
Jika ini cinta,
bolehkah aku menyimpannya
Jika kelak kita
berjodoh, tolong simpan senyum itu.. “bahagia itu sederhana”
Love,
Princess
Sudah hampir 3 bulan aku dan Arnell
semakin dekat, kami sering makan siang bersama sepulang sekolah, sms kalau dia
nggak sibuk syutinglah nyanyilah pemotretanlah yah rutinitas artis lainnya,
kadang-kadang juga dia menelfonku.
Ketika jam istirahat aku membaca sms
dari Arnell
From Arnell “ARTIS”
Nanti malam, aku mau bicara serius sama
kamu my Princess. Kamu datang ya, jam 7 di Caffe Permata.
“mau ngapain si
Arnell?” kataku setelah selesai membaca sms
“mungkin mau nembak
elu, pokoknya lo harus dandan cantik nanti malam” jawab Danisa tiba-tiba dan
membuatku kaget.
Apa bener yang dikatakan
Danisa...huaa?!! semua mata pelajaran hari ini tidak ada yang masuk dalam
otakku. Pikiranku kacau teringat apa yang dikatakan oleh Danisa.
Dear diary...
To My Prince
Arnellandra Gaffa
Seandainya kamu bisa
melihat kamu dari mataku,
Kamu akan melihat
orang yang nggak mau mengalah,
Orang yang seenaknya
saja, namun juga orang pertama
Yang akan bertanya “
Apa aku baik-baik saja ?”
Love,
Princess
Malam itu tiba, Danisa mendandaniku
super cantik, aku memakai gaun panjang, yang membuatku nampak elegan. Aku
diantar Radif dan Danisa mereka sangat bersemangat sekali. Aku hanya bisa
merasakan detak jantungku yang sudah mulai tidak karuhan. Setelah sampai, aku
masuk ke dalam Caffe yang super megah itu. Tak disangka Arnell sudah menunggu
di tempat yang sudah dipesannya. Emm.. tempat yang romantis.
“ sudah lama? “ tanyaku
pelan
“ya.. lumayan.. tapi
aku senang bisa menyempatkan waktuku yang super pada itu.” Jawab Arnell santai
“hee.. terus kamu
mau ngomong apa?” tanyaku yang suka to the point
“malam ini kamu
sangat cantik, lebih cantik dari biasanya, hee..” tawanya cengengesan
“Cuma itu” jawabku
sedikit kecewa
“nggak sih..
sebenarnya.. eh tunggu, pelayan!!!”
Arnell memberi aba-aba pada pelayan
itu. Aku tidak mengerti maksudnya. Tiba-tiba terdengar alunan biola sebuah lagu
dari Petra Sihombing yang berjudul “MINE”. Semua itu menambah suasana romantis
di Caffe itu. Dan Arnell pun mulai mengucapkan sebuah kalimat.
“ I Love You My
Princess”
Jantungku terasa mau
copot mendengar apa yang dikatakan Arnell tadi. Apa aku tidak salah dengar?
Atau ini mimpi. Aku sudah lama tertegun.
“kamu harus mau jadi
pacar aku!” kata Arnell keras dan membuatku kaget membuyarkan lamunanku
“kok maksa sih?”
jawabku
“aku udah tau kok
kalau kamu suka juga sama aku” jawabnya pede
“pasti dari Danisa,
dasar sahabat ember” sambil melirik Danisa yang dari tadi tertawa puas
melihatku mati gaya.
“pokoknya kamu dan
aku, satu.. my Princess” kata Arnell
“bukan lagi kamu,
bukan lagi aku, tapi sudah menjadi kita..” jawabku
“so, kamu udah jadi
pacar aku”
Arnell langsung
memelukku dan memberi isyarat kepada pelayan tadi. Tiba-tiba hujan deras
muncul, eh tepatnya hujan buatan. Semua itu menjadi semakin indah ditambah
lantunan lagu tadi yang semakin keras. Radif dan Danisa tepuk tangan meriah dan
diikuti tamu-tamu caffe yang lain. Aku dan Arnell masih berpelukan sampai semua
basah kuyup. Arnell membisikan sesuatu.
“sebenarnya, semua
ini nyontek sinetronku.. hehee”
“apah?!!!!” kataku
kesal
“bercanda My
Princess, I Love You”
Arnell memelukku
semakin erat. Ingin rasanya aku menghentikan waktu saat itu juga.
“kamu tau kenapa
kamu istimewa, my Prince?”
“karena aku artis
ganteng punya banyak fans” jawabnya kocak
“bukan. Karena kamu
jawaban dari istilah ‘bahagia itu sederhana’ Arnell, my Prince”
“oh.. so sweet My
Princess” sambil mencubit pipiku
Kami langsung
kembali berpelukan.
GOSIP
SELEBRITIS :
“Arnellandra
Gaffa Punya Pacar”
Setelah
sekian lama Arnellandra Gaffa bungkam ditanyai soal pacar, maka sekarang Arnell
memperkenalkan pacarnya kepada media “ini, My Girlfriend” katanya. Setelah
tertangkap basah tengah menjemput pacarnya yang ternyata siswa SMA swasta di
Jakarta yang bernama Princess Veronika Bella. Princess yang akrab dipanggilnya
merupakan wanita yang spesial di mata Arnell. Dia cantik dan penuh kejutan.
Setelah
semua media tau dan pastinya seluruh teman-teman sekolah termasuk Jessica dan
Boy kaget mendengarnya.kalau Danisa dan Radif merekan santai karena mereka tahu
duluan. Dan akupun sekarang sudah mulai akrab dengan kamera yang sewaktu-waktu
selalu meikutiku dan Arnell dimanapun kami bersama.
The end
No comments:
Post a Comment