Tuesday, September 13, 2016

Dream





Dream


Akulah sang pemimpi...
Ku rajut mimpi dalam secarik kertas putih
Di keheningan malam termenungku
Terbang mengejar hayalan tingkat tinggi

Tertawa, saat ku menoleh bodohnya masa lalu
Ku lalui jalanan terjal dan berliku
Penuh lubang kecil tak terlihat di mataku
Merangkak menyusuri lentera kecil di depanku
Menggapai mimpi-mimpi yang membuaikan
Hidup yang nyata memang tak mudah untuk dijalani
Beban terasa menindih
Mengimpit dada membuat jiwa pun letih
Disaat mimpi yang ku kejar, tak ku raih..

Menyendiri meratapi dan merintih
Harusnya aku berhenti
Mengejar mimpi..
Karena ketidakmampuanku,
Tuk meraih hasil yang sempurna
Dan aku pun sudah lelah mencoba..
Sudah saatnya,
Ku pilah setiap ayunan tapak kaki ini
Tapi tak akan ku kejar dan tak akan ku ubah
Biarlah..
Aku dan hatiku terbuai indahnya alur mimpi

Dalam nyata,
Cinta ini menyesakkan dada
Menatap engkau yang sangat nyata
Aku tak mampu,
Hanya cerita mimpiku tiap malam
Aku berani menggapaimu
Aku hanya tersenyum
Bercengkrama diantara semak belukar kesedihan
Hati membeku
Diantara lagu-lagu sunyi
Menguap diantara senyapnya udara

Hati dengan rasa tak berdaya
Aku menunggumu di bilah hari-hari tak tentu
Tak mampu ku deskripsikan disetiap lautan kata
Serasa semu...
Setelah ku tersadar
Kehadiranmu hanya sebatas mimpiku
Yang seakan membekas dalam hati
Di relung hati, ingin meminta kehadiranmu lagi
Dalam setiap cerita mimpi..

Setiap hitam menjelang ku peluk engkau dengan mimpi
Masih jelas ku rasa
Kau pergi tanpa menghapusnya

Tetes demi tetes harapan
Hati ini lebur tercekam
Meski kau jauh diambang samudra
Degup kencang di dada jika ku lihat ada goresan tangannya
Memendam rasa ialah luka

Diantara rasa aku tetap membisu
Merindumu tanpa bait lagu
Dalam diam sungguh aku inginkan
Kau yang nyata bukan dalam bunga tidurku
Aku akan tetap diam menatap engkau di kehidupan nyata
Tetap berdiri di belakang mimpi
Ku biarkan hatiku tersendu

Bercermin,
Bahwa aku tau kau terlalu jauh untuk ku raih
Aku sadar dan tahu diri
Biarlah ku simpan setiap cerita mimpi ini
Hingga melebur, membaur, dan terkubur
Perlahan hanyut dan mengalir
Hingga ku buka mataku.

Wednesday, April 6, 2016

Menunggu Bintang Jatuh

Kisah kita telah berakhir 6 tahun yang lalu. Tanpa sebuah kepastian. Sejak saat itu kau diam, seakan tak ingin berucap lagi. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi saat itu.
Aku sudah tak lagi mengingat peristiwa memilukan itu. Tetapi hari ini, memori otakku mendorongku ke masa itu. Tentangmu.
Pertemuan pertama selalu menyisakan banyak kesan dan ribuan cerita. Kisah ini dimulai sejak kita mulai menginjak masa remaja, putih biru...
"Bohong! kalau kau menjawab TIDAK!"
perasaanmu berkata lain,
lalu untuk apa perjuanganmu, yang pernah kau lakukan untukku. Saat aku mulai mewarnai hatiku dengan namamu. Saat itu juga yang menghancurkannya, tanpa sebuah alasan. Mungkin kau malu mengakui, tetapi kau bilang "TIDAK" saat itu.

malam itu.....

Dan itu, pertama kalinya, aku membencimu karena kau Bohongi hatimu, aku tahu akan hal itu. Aku jujur atas hati ini pada sosokmu. Tetapi apa? kau malu? kamu seorang pangeran, sedangkan aku? hanya putri yang buruk rupa. Harusnya dari dulu aku berhenti memaksa sebuah hati, dan seharusnya aku berhenti mengejar mimpi karena pada akhirnya aku lelah mencoba dan tidak pernah sempurna.. di matamu aku hanya menjadi......Entahlah?!
Lembaran baruku mulai ku jalin.. Tak sengaja, dihari ulang tahunku kita dipertemukan oleh takdir. Kita duduk berdampingan, tetapi aku dan kamu seakan bisu, hanya suasana hening menyapa antara aku dan kamu.
Dan kali ini kita benar-benar dipertemukan kepada sebuah pilihan. Di keramaian inilah, kita seakan tidak saling mengenal. Tegur sapa? hal yang sangat mustahil. Sampai akhirnya kau dipertemukan dengan pilihan hatimu dan aku dengan pilihan hatiku.
Sudah lama kisah ini berlalu, Kisah cinta pertama yang semu. Secarik kertas lusuh yang tak lagi mulus dan rata, namun masih terbaca goresan pena disana. Walau semua ini terasa perih.
Rasa yang tak pernah kau mengerti. Tentang Kamu.

Mengapa kau layaknya keajaiban?

Seperti harapan yang tertinggal

Bagai menunggu sebuah bintang jatuh. -CDN-

Wednesday, February 10, 2016

Kebohongan



Aku tersandar pada dinding yang kusam
Sayap hitam dipundakmu
Mengiringimu pada sebuah pilihan
Yaitu sebuah kebohongan

Ketika ku goreskan pensil di atas kertas putih
Desir angin perlahan menyapa
Diam tanpa kata mengurai aksara

Dirimulah pengisi hati yang sempat kosong
Dirimulah jua yang memberi warna baru di setiap langkahku

Dan kini... ku sadari
Di sini, diantara dimensi waktu yang dinanti
Disaat sajak - sajak cinta mulai berkata
Hatiku bisu tanpa suara

Mengapa dari dulu dirimu tak berkata jujur?
Aku mungkin bisa mengikhlaskannya
Aku juga mungkin bisa memaafkannya
Tetapi satu hal,
Disaat kau mencintaiku dalam kebohongan hati
Kebohongan itu begitu indah saat keluar dari bibirmu..

Aku seperti kehilangan kaki untuk berdiri
Aku seperti kehilangan mata untuk melihat
Walau kadang terkesan hati ini mengiba atas cintamu

Senja menutupi mega
Rintik gerimis membasahi hati yang telah terbohongi
Laksana gerimis yang selalu mendekap pagi
Betapa pedih hatiku ini

Hanya goresan kecil yang menyayat kalbu
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu nama diantara
Gundah gelisah, airmata dan lara

Kata-kata menjadi sedemikian langka
Apa jatuh cinta harus sesakit ini?

Aku selalu menjadi sosok fiktif
Sosok yang tidak memiliki suara
Dan inilah saatnya..
Aku mulai bersuara, padamu dan pada kebohonganmu.

Sekarang kamu adalah seseorang yang asing dan harus ku hindari bukan hanya raga ini tetapi juga hati ini. -CDN-

Sunday, January 10, 2016

PENYESALAN



haiii....haiii...haiii
Ini puisi yang direquest sama temanku, ini pengalaman pribadinya dan juga sedikit mirip dengan pengalaman pribadiku. Jadi aku menulisnya. Untuknya dan untuk kalian semuaaa. Enjoy!

PENYESALAN

Langkahku kian berat
Arus keras mengalir derasnya

Aku benar-benar lelah
Melabuhkan harapan
Menjangkau impian
Untuk apa terus bertahan?
Sungguh aku benar-benar sudah lelah

Dimanakah ku rebahkan jiwa lelahku?

Coretan demi coretan telah memenuhi,
Kadang tak berarti, kadang tanpa makna

Aku menangis tanpa air mata
Aku berteriak tanpa suara

Kau datang membawa kata cinta dan kesetiaan
Dan kau pergi meninggalkan luka dan kehancuran
Kini aku hanya bisa merasakan sakitnya dicintai dan dihianati

Bel bukanlah bel sebelum
engkau membunyikannya
Lagu bukanlah lagu sebelum
engkau menyanyikannya
Luka bukanlah luka sebelum
engkau menggoresnya

Kau bungkam harapan indahku
Segenggam kesetiaan dengan mudahnya kau pupuskan

Masih terasa hangat ketika bibir manismu
Mengucap akulah satu-satunya
Tapi apa yang ku dapatkan?
Hanya celoteh dan nyanyian tanpa jawaban

Ditindas oleh cinta
Diinjak oleh kata setia

Siapa aku?
Ungkapan sebuah hati yang luka
Dan hati yang terhianati

Kini hanyalah
Impian yang menjadi semu
Setelah kau menukar kesetiaan itu...
Sudah cukupkan?
Bisakah kau setia dengan satu hati?

Entah berapa hati yang telah kau hancurkan
Entah berapa kata setia yang kau ucapkan

Pergilah kau..
Engkau akan tetap
Menjadi penyesalan
Dalam setiap jeritku
Karena aku telah salah mengartikan
Kata setia dari mulut manismu. -CDN-

KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM

PEMBAHASAN A. Pengertian Komponen Kurikulum Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 585) komponen adalah unsur atau bagian dari kese...