Hujan turun tiba-tiba
Lalu aku kehilangan kamu
Karena hujan datang mengajakmu menjauhiku
Bila inginku kamu, tapi semesta tak setuju..
Kita pernah,
Kita pernah serumit itu.
Saling berterus terang hanya untuk berangkat menghilang.
Aku punya dua tanya, yang pertama
Apakah salah jika aku mencintaimu?
Yang kedua;
Jika pun iya aku bisa apa?
Lalu aku hanya menjadi tanya tanpa jawaban
Bagaimana aku bisa berhenti memikirkanmu?
Jika melupakanmu saja aku tak mampu
Menjadi bingung antara menunggu atau membayangkanmu
Aku selalu dihadapanmu, namun tidak bisa melihatmu
Aku mendekatimu, namun tidak bergerak maju
Aku diam, sambil ku sembunyikan
Rindu yang dari tadi terus berontak
Ada diam karena sudah terlalu lelah..
Kita pernah dalam satu peperangan hanya
Tuk saling mengalahkan.
Kita pernah dalam satu panggung namun
Bermain dalam drama yang berbeda.
Kau pembuat resah paling rusuh
Pembuat risau paling kacau
Apa kau pikir rasa dalam hatimu akan tersampaikan?
Sedang bibirmu saja enggan bersuara
Kita pernah terpaut dalam satu rasa
Namun tidak dalam satu takdir.
Salahnya kita meninggalkan tapi merindukan.
Bersembunyi namun mengamati.
Melupakan lalu kelelahan
Aku pamit..
Bukan melupakan. Tapi, menghilangkan rasa..

No comments:
Post a Comment